Satu setangah tahun ini, aku resmi masuk kategori reading slump parah. Jiwa literasiku seperti hilang entah ke mana. Awalnya kupikir sebulan dua bulan, ternyata berbulan-bulan lewat tanpa satupun buku yang selesai aku baca. Rasanya aneh, apalagi aku biasanya menyelesaikan buku 1-2 hari saja.
Kenapa Bisa Terjadi?
Banyak sekali faktornya: pekerjaan yang tiada henti, memasuki masa perkuliahan yang kalian tau pasti tugas sudah melambai-lambai. Setiap kali ada waktu luang, tubuh dan pikiran hanya ingin istirahat. Buku yang biasanya jadi teman santai malah terasa berat hanya melihat covernya. Tapi entah kenapa aku selalu merasa bahwa aku cuma sekedar malas aja, menurutku pekerjaan dan perkuliahan itu tidak bisa di jadikan alasan untuk tidak membaca, entahlah.
Tetap Dekat Dengan Buku
Meski jarang membaca, kebiasaan membeli buku tidak bisa di hilangkan. Tumpukan buku terus berdatangan. Ada rasa puas saat menata rak, mengunboxing paket buku, bahkan hanya sekedar scroll sosmed dan marketplace tentang buku. Rasanya ada kebahagian tersendiri. Mungkin itu cara kecilku untuk tetap terhubung dengan dunia literasi, walau hanya lewat sentuhan.
Hal Yang Aku Lakukan Selama Cuti Baca
Selama "cuti baca", selain membeli buku, aku mengisi waktu dengan hal lain: menonton film dan drama, menyiapkan ide-ide konten untuk blog dan media sosial aku lainnya, dan "gong-nya" aku bikin blog ini. Jadi blog ini lahir di saat aku masih reading slump. Mencoba hal baru yang mungkin bisa mengembalikan mood membacaku.
Masih Perjalanan Menemukan Kembali Semangat
Sampai saat aku menulis blog ini, masih separuh jiwaku terasa asing dengan bacaan. Pelan-pelan aku mencoba membuka kembali buku favorit lama, dan mencari buku yang pas untuk diriku. Tidak ada target tebal atau jumlah buku-hanya menikmati setiap halaman.
Pelajaran Dari Reading Slump
Dari pengalaman ini aku belajar bahwa jeda itu wajar. Reading slump bukan tanda kita berhenti mencintai buku, melainkan sinyal bahwa pikiran butuh istirahat. Kadang, menjauh sebentar justru membuat kita kembali dengan rasa cinta yang lebih besar.
Apakah kalian juga pernah mengalami reading slump seperti ini? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar-siapa tahu kita bisa saling berbagi tips untuk kembali jatuh cinta pada buku.
Komentar
Posting Komentar